Copyright © The Root of Learning
Design by Dzignine

The Root of Learning

Adalah blog tentang semangat belajar seorang anak. Dalam blog ini kami dokumentasikan petualangan belajar, kurikulum, dan materi belajar yang kami gunakan. Belajar tak mengenal batasan.
Wednesday, July 17, 2013

Tahun Ajaran Baru

Saat ini kami sedang menyambut tahun ajaran baru. Tanpa MOS, tanpa membeli buku baru, tanpa membuat seragam baru, tanpa mempersiapkan ruang kelas baru. Walau demikian, sebenarnya saya ingin menyambut tahun ajaran baru dengan printer baru. Karena printer kami yang lama sudah agak rewel.

Saat ini anak kami sudah setara dengan kelas 4 SD. Seharusnya dua tahun lagi dia mendapatkan ujian kenaikan tingkat dari SD ke SMP. Tapi karena peraturan diknas yang baru, yang mewajibkan anak usia 13 tahun menjalani ujian paket, maka anak saya baru 4 tahun lagi mendapatkan kenaikan tingkatnya. But that's okay, saya tidak mementingkan ijazah. Kalau bisa didapat ok kami akan mendapatkannya, tapi jika tidak maka kami juga tidak akan bersusah payah dalam mendapatkannya. Karena bagi kami proses belajar itu yang terpenting.

Oiya, peraturan di atas itu berlaku jika kami ingin ijazah nasional, disamping itu sebetulnya yang utama bagi kami adalah mengikuti kurikulum CIE, dan mengikuti ujian dari CIE.

Singkat kata, tahun ajaran baru ini membawa kami pada perubahan besar dalam hal pencatatan portofolio home education kami. Kami harus lebih terorganisir, lebih tertib mencatat, dan lebih tertib administratif. Wew... ini sebuah PR yang berat! Hahaha... apa boleh buat, kami harus menjalaninya jika ingin anak siap dalam menempuh ujian nantinya.
Friday, May 31, 2013

Melangkahkan Kaki Menuju Tahapan Home Education Selanjutnya

Sungguh suatu kebahagiaan, ketika home education kami sudah memasuki tahap demi tahap, hingga sudah waktunya anak kami mempersiapkan diri untuk ujian persamaan. Setiap langkah ini kami lakukan dengan mandiri, tanpa dukungan lembaga homeschool mana pun. Malahan, dalam setiap langkah kami selalu terbuka untuk membantu keluarga home education yang membutuhkan sharing dari kami. Sungguh perjalanan yang luar biasa!

Kali ini, untuk ujian persamaan anak, saya membutuhkan bantuan dari lembaga pendidikan yang bernama PKBM. Oiya, ini untuk ujian persamaan di tingkat nasional, sedangkan untuk tingkat internasional akan dijalani nanti jika sudah siap, bersama lembaga yang menyediakan ujian CIE.

Kemarin saya telah mengunjungi PKBM di Surabaya, dan telah mendapat penjelasan tentang prosedurnya. Dari obrolan ini, saya pikir, PKBM ini bersih, tidak sekedar jualan ijazah, atau sekedar pasang tarif yang "aduhai". Tarifnya masih masuk di akal, prosedurnya juga tidak main-main. Saya pikir, saya telah datang ke tempat yang tepat.

OK, kami siap menjalani hari-hari selanjutnya dengan penuh perencanaan dan sistem yang lebih terstruktur. Home education kami telah memasuki masa dimana kami tak lagi sekedar memikirkan tentang field trip, sosialisasi, isu-isu ketidakmampuan mendidik, isu-isu kebimbangan tentang prosedur ujian persamaan, dan isu-isu lain yang dihadapi keluarga home education dengan anak yang masih kecil.

Kami lebih siap, lebih serius, dan lebih memikirkan masa depan. Hal-hal yang tidak kami perlukan akan kami eliminasi. Jika bukan kami sendiri yang bertindak, maka siapa lagi yang akan bertindak untuk kami? Hanya Tuhan saja!


Thursday, May 23, 2013

Empat Langkah Maju Untuk Masa Paperless


YAY! Ini lo yang kami cita-citakan dari dulu, yaitu sebuah perangkat komputer yang bisa membuat kami paperless. Kami menggunakan Ultra Mobile PC, dengan OS Windows, dan menggunakan Adobe Reader XI. Dengan software ini anak kami bisa menulis jawaban di touch screen-nya menggunakan pen-nya lalu menge-save hasil corat-coretnya itu di harddisk, sehingga tidak hilang.

Lega rasanya bisa menemukan software dan hardware yang seperti ini. Dengan begini, kami jadi punya banyak keuntungan, yaitu :

  • Menghemat pemakaian kertas, yang artinya kami mengurangi penebangan pohon.
  • Mengurangi penumpukan kertas di rumah, yang artinya kami bisa memiliki space yang lebih di rumah kami yang mungil.
Mau mengikuti jejak kami?
Monday, April 29, 2013

Jadi, Ada Berapa Macamkah Bentuk-bentuk di Permukaan Bumi?

Geografi kali ini sangat menarik. Kami belajar berbagai bentuk permukaan bumi. Yang kami pelajari kali ini ada 24 jenis. Entah apakah masih ada lagi jenisnya? Tapi 24 jenis ini sudah membuat kami amazed. Ada banyak istilah baru yang kami dapat : peninsula, gulf vs bay, mesa, strait, dan isthmus.

Seperti tampak pada gambar di bawah ini, beginilah cara belajarnya : kartu bergambar dan berdefinisi dipasangkan pada kartu namanya. Materi ini kami dapat dari Great Map Games yang dipublikasikan oleh Scholastic Teacher Express.


Selain Geografi, kami juga belajar Math. Math kali ini dari 50 Fill-in Math Word Problems seri Algebra Readiness yang juga diterbitkan oleh Scholastic Teacher Express. Sebetulnya seperti soal cerita biasa, namun soal ceritanya harus dilengkapi sendiri oleh anak. Selain mengurai persoalan matematika, worksheet ini juga mengajak anak berimajinasi dalam membuat isiannya, sekaligus juga mengajak anak belajar bahasa Inggris tentang adjective, noun, plural noun, dsb.


Kedua worksheet ini sangat bagus menurut saya, dan sesuai untuk panduan belajar anak saya. Keduanya sangat interaktif, memadukan banyak aspek belajar.

Selain kedua subject tersebut, kami juga belajar Science, tentang Habitat. Diambil dari Nonfiction Read & Write Booklets Science yang juga diterbitkan oleh Scholastic Teacher Express. Walaupun anak saya sudah banyak belajar tentang habitat, but it's ok untuk me-refresh dan mempertajam ingatannya kembali tentang habitat.

Wednesday, March 6, 2013

Huruf Besar - Huruf Kecil

Anak memang cenderung meniru orang tuanya dalam banyak hal.

Termasuk dalam membuat tulisan. Saya punya kecenderungan menulis dengan huruf besar semua. Karena, kalau saya menulis, itu artinya saya harus menulis di form resmi, yang aturannya adalah harus huruf kapital semua, atau di kertas kecil untuk daftar belanjaan yang sama sekali tidak resmi, boleh di tulis dengan cara suka-suka. Untuk tulisan yang menuntut kesesuaian dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), saya selalu menggunakan keyboard, diketik. Nah, jadi saya memang terbiasa menulis dengan huruf kapital semua.

Celakanya, kebiasaan "buruk" ini ditiru anak. Dia sulit menulis dengan huruf besar-kecil sesuai aturan EYD. Tulisannya cenderung huruf kapital semua seperti saya. Suatu hari, saya mendapati dia menempuh ujian Englishnya dengan menulis menggunakan huruf kapital semua. Waduh! Saya kena tampar niy! Ini gak boleh dibiarkan berlanjut hingga jadi kebiasaan yang sulit diubah.

Akhirnya, tiap kali dia mau belajar di kursus Englishnya, saya selalu mengingatkan untuk menulis dengan huruf besar-kecil sesuai aturan EYD. Namun, saya hanya mengingatkan dia tentang hal ini sekitar 2-3 kali pertemuan kursus, selanjutnya tidak lagi. Dan hari ini, ketika hari bahasa, saya mendapati dia membuat karya tulis (tangan) dengan huruf besar-kecil. Ternyata, tidak perlu kebanyakan mengingatkan, anak sudah bisa membentuk kebiasaan baiknya, asalkan cara mengingatkannya pun mengena. Bukan dengan marah-marah, tapi dengan menunjukkan konsekuensinya jika kebiasaan buruk itu terus dilakukan.

Anak memang memiliki banyak sekali kebaikan, jika kita pun penuh kebaikan padanya.